Semuanya Sama
Manusia di ciptakan pada dasarnya adalah sama, memiliki kelebihan dan kelemahan tertentu. Manusia pandai tidak berarti di masyarakat ketika dirinya sombong berbangga diri terhadap apa yang dicapai. Manusia pandai bukanlah kelas super yang harus bergaul pada kalangan terbatas dan menjadi menara gading. Manusia pandai adalah manusia yang berguna bagi masyarakatnya
Filosofi tangan kosong
Filosofi tangan kosong merupakan pemikiran melalui telapak tangan kita sendiri, maka kita dapat mengingat ‘sesuatu’. Filosofi ini dapat dikembangkan lebih jauh menjadi terapi bagi diri kita sehingga dapat mengontrol diri kita. Ketika kita berbuat kejelekan semisal perbuatan merugikan atau menyakiti orang lain, maka saat itu teringat dengan telapak tangan kita, diharapkan menjadi sugesti terhadap perbuatan kita yang merugikan hingga akhirnya dapat meredam sifat jelek kita
Menurut pengalaman, terapi filosofi tangan kosong ini mampu mengendalikan diri orang dari sifat pemarah, sifat menang sendiri, sifat tamak dan sifat sombong. Saat kita akan menampar orang, maka teringat suatu cap di telapak tangan kita, maka hal itu tidak jadi dilakukan. Ketika berbuat curang dengan mengakali teman kita, maka saat teringat cap telapak tangan kita, maka perbuatan itu tidak jadi kita lakukan
Cap unik telapak tangan kita
Mari perlihatkan telapak tangan anda pada cermin yang berarti itu adalah orang lain yang melihat telapak tangan kita. Terlihat dari tangan kanan terdapat cap garis tunggal ‘|’ kemudian terdapat karakter ‘/\’, lalu berikutnya coba lihat tangan kiri anda di cermin terlihat ‘/\’ dan karakter ‘|’
Dalam symbol arab yang dibaca dari kanan ke kiri, ataupun kiri ke kanan akan membentuk ‘|/\’ dan ‘/\|’. Cap ini sejak lahir ada dan mengalami proses pembelahan dari jaringan kulit telapak tangan yang bersesuaian dengan tangan kita saat proses janin yang dimana posisi tangan pada saat itu adalah posisi menggenggam.
Kendali Cap unik telapak tangan
Cap telapak tangan itu dari dahulu sampai saat ini ada, dan ketika disusun menjadi symbol latin tertulis 18:81. Marilah kita buka satu ayat al-qur;an yang sedapat mungkin kita ingat sebagai kendali diri kita atas cap telapak tangan kita
Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya . (18:81 atau al-kahfi:81)
Simbol apakah yang tercermin dari satu ayat itu ? symbol itu menunjukkan kasih sayang Allah atas semua kejadian yang terjadi terlebih atas pembunuhan anak yang dilakukan secara sengaja oleh n. khidir atas anak kecil. Dengan pengetahuan yang lebih, n. Khidir mengetahui bahwa anak tsb akan berakibat buruk bagi orang tuanya, namun dalam kaca mata orang tua yang masih terbatas pada waktu saat itu, tentu bersedih hati dan menganggap sebagai malapetaka.
Bahkan n. Musa-pun menganggap perbuatan itu tidak boleh dilakukan, namun setelah dijelaskan oleh n. Khidir maka n. Musa paham akan Kasih Sayang Allah
Dengan kejadian yang bersifat ekstrim tentang pembunuhan anak tersebut dalam kaca mata rentang waktu saat itu, terlihat kesan anti kasih sayang (alias kejam), namun kesemuanya itu sebenarnya menunjukkan Kasih Sayang Allah
Terapi kasih sayang Allah sebagai cap pada tangan kita yang termuat dalam kisah ekstrim n. Khidir QS 18:81 tsb, maka dalam berbuat, memandang segala hal dan mempresepsikan segala kejadian entah musibah, rasa senang, rasa susah dsb …. Kesemua itu adalah bentuk Kasih Sayang Allah terhadap kita
Mengapa contoh pembunuhan anak menjadi symbol kasih sayang Allah ? tidak lain ketika kasus biasa manusia sering mengabaikan Kasih Sayang Allah, namun ketika di hadapkan pada kondisi ekstrim seperti kasus pembunuhan anak tsb, barulah terasa menimbang-timbang : apakah sang pencipta itu adil, sayang kepada orang yang soleh ?
Sama halnya saat kita berpuasa, ketika hari berbuka itulah rasa nikmatnya terbuka, namun saat hari biasa, maka makanan apapun yang kita makan, tidak senikmat saat berbuka puasa.
Terapi telapak tangan kosong atau filosofi telapak tangan kosong yang berarti selalu ingat tentang cap 18:81 membuat diri kita selalu kasih sayang terhadap semua mahluk, memandang semua kejadian dalam frame kasih sayang, baik kematian, kelahiran, kesusahan, kesenangan dsb. Kesemuanya itu merupakan bentuk Kasih Sayang Allah
Tidak lupa selalu mengingatkan ketika takbir, telapak tangan kita terpancar-kan cap 18:81 dan saat mulai membaca al-qur;an selalu terbaca bismillahirrohman-nirrohiim atau berarti “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang”
Sifat pengasih dan penyayang menjadi titik dorong bagi kita untuk berbuat, bermasyarakat hingga dilengkapi dengan sifat-sifat lain yang dapat anda gali lewat tholabul ilmi pada Kyai, Ustad dsb.
Hal yang perlu di-ingat sebagai sifat dasar adalah Kasih Sayang Allah ada pada cap telapak tangan kita.
Semoga dengan membuka filosofi tangan kosong ini membuat kita menjadi lebih sabar, lebih tenang dan pada akhirnya mudah menolong orang lain. Menebarkan Kasing Sayang Allah sebagai sifat dasar pada akhirnya membawa diri kita menjadi tauladan bagi masyarakat.