• Home
  • Perjalanan
  • Artikel
  • Download


  •  « Kembali ke Halaman Sebelumnya

    Dakwah ke Yogya


    Foto Kerusakan Akibat Gempa 27 Mei 06 di Bantul

    Tanggal Kamis 20-juli-2006, pkl 23.00 team Masyarakat Peduli Tauhid mulai berangkat dari markas setelah terombang-ambing dalam ketidakpastian keberangkatan ke yogya untuk berdakwah. Ketidak pastian ini di akibatkan malam selasa-rabu adalah hari yang super sibuk bagi team karena harus mensupport data untuk RAPIM salah satu BUMN. Team telah bekerja siang-malam-pagi untuk sinkronisasi data di tiap daerah secara online-realtime ttg pembayaran terpadu. Kebimbangan team juga di pengaruhi oleh adanya salah satu email yang 'mempersoalkan' metode-metode dakwah, sampai pkl 12.00 kamis siang, team masih dalam posisi tidak jadi berangkat.

    Barulah pukul 15.00 team di beri 'pencerahan' oleh Allah agar tidak menghiraukan segala macam hal, yang penting berbuat baik. Dengan segala keterbatasan dan 'ketidaksiapan', team memutuskan berangkat ke yogya dengan metode dakwah memberi bantuan uang tunai ke masyarakat yang terkena bencana gempa 27-mei-06 lalu, sambil di beri selebaran yang di 'jepret' dengan uang tunai 20.000-an. Harapannya adalah uang tersebut dapat 'sedikit' meringankan beban warga dan tak lupa selalu ingat kepada Allah.

    Selebaran yang kita sebar berisi ayat al-qur'an surat Yunus:98-109, yang berisi : 'Allah menyelamatkan orang yang beriman dan keimanan ataupun perbuatan baik itu adalah untuk dirinya sendiri, sedangkan kita harus sabar dan iklash

    (98) Dan mengapa tidak ada suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfa'at kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka , beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

    (99)Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? (100)Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

    (101) Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfa'at tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". (102) Mereka tidak menunggu-nunggu kecuali yang sama dengan kejadian-kejadian orang-orang yang telah terdahulu sebelum mereka. Katakanlah: "Maka tunggulah, sesungguhnya akupun termasuk orang-orang yang menunggu bersama kamu".

    (103) Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.

    (104) Katakanlah: "Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman",

    (105) dan : "Hadapkanlah mukamu kepada agama dengan tulus dan ikhlas dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik.

    (106) Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa'at dan tidak memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat , itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim".

    (107) Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    (108) Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk maka sesungguhnya untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang penjaga terhadap dirimu".

    (109) Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

    Team naik mobil agar dapat menjangkau daerah bencana, sebab kalau naik bis spt dakwah 25-mei-06 lalu, maka team akan kesulitan untuk menyampaikan 'bantuan' tsb ke yang berhak. Akhirnya team sampai di yogya pkl 7.30 pagi dan langsung menuju ke rumah saudara di penembahan (wijilan). Setelah sarapan pagi dan istirahat, lalu team sholat jum'at di masjid batu 'sela' panembahan yang konon merupakan masjid pertama di yogya.

    Setelah makan siang team berangkat ke bantul di temani toni penduduk asli yogya untuk menunjukkan lokasi terparah, dan akhirnya team menuju desa jati kemudian imogiri, naik ke pegunungan kemudian ke daerah plered

    Sungguh mengenaskan nasib mereka yang ada di pelosok, walaupun team juga menyaksikan banyak umbul-umbul relawan, PKS, RED Cross, Elnusa, Trans TV dsb. Kebanyakan relawan banyak yang 'kosong' dan menurut kabar penduduk, banyak relawan yang sudah pergi ke pangandaran. Team bertemu dengan banyak mahasiswa UAD, Muhammadiyah dan UPN yogya yang melakukan KKN di sana.

    Setelah berkeliling akhirnya team memutuskan untuk membagi selebaran lewat masjid yang roboh untuk dibagikan ke penduduk sekitar, total ada sekitar 7 masjid yang menerima selebaran tsb

    Setelah selesai team akhirnya pulang ke surabaya dan meminta ke radio suara surabaya yang saat itu lagi kenceng menepis isu gempa Tsnumani di daerah blitar dan trenggalek untuk tidak melupakan korban gempa yogya terutama di pelosok. Secara umum kota yogya sendiri sudah mulai bangkit dan ada sedikit ironi di sana, di pelosok menderita, tapi di kota tetap macet oleh mobil yang lalu lalang, bahkan dalam perjalanan pulang, team di 'salip' oleh kendaraan yang cukup mewah ber plat AB….. sungguh ironi.

    Ironi yang lain adalah di daerah yang terkena, banyak masjid yang ikut hancur bersama rumah-rumah penduduk, sedangkan daerah pengrajin wayang kulit di daerah imogiri dan perbukitan nyaris tidak hancur sama sekali dan di situ tidak banyak masjid. Hal inilah yang mengkuatirkan tentang mitos-mitos sakti yang beredar bahwa 'Nyi roro kidul marah' dan melindungi daerah tsb, apalagi parang tritis juga luput dari bencana (ingat berita koran jawapos yang memuat juru kunci pantai selatan)


     « Kembali ke Halaman Sebelumnya





    The Untold Stories Team @ 2006