« Kembali ke Halaman Sebelumnya
Perjalanan Mencari "Malaikat"

Foto
Team Di Depan Tugu PeringatanPemberontakan PKI di Madiun
Setelah kita (Team) telah berhasil memecahkan misteri
bencana Di Jogya bahwa bencana itu merupakan Ketetapan Allah SWT
sesuai dengan
Surat Al-Hadiid 22 : Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada
dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi
Allah.
Dimana setiap penduduk Jogya yang pada saat itu sedang
menggemparkan bencana Gunung Merapi,Tapi Kita Berusaha Mencari Efek
Apa yang bisa di timbulkan oleh Gunung Merapi yang sedang aktif.Setelah
kami mengumpulkan sumber2 berita dari media-media yang ada bahwa
kemungkinan yang bisa terjadi Di Jogya adalah Gempa Bumi,maka dari
itu team memberanikan diri dengan ketegaran dan keikhlasan hati
untuk menyebarkan brosur yang tujuannya hanya untuk mengingatkan
kepada masyarakat jogya dan sekitar untuk lebih berhati2 dengan
bencana gempa bumi yang bisa terjadi di daerah Jogya.
Setelah kita kembali dari Jogya banyak kejadian aneh
yang didapatkan team sebelum bencana tersebut menimpa Jogya.Setelah
terjadi musibah tersebut maka team merasakan gimana sedihnya berduka
dan berperasaan gimana seandainya brosur tersebut tersebar lebih
luas maka kemungkinan korban bencana gempa bumi tersebut dapat di
minimalisirkan,Tapi sesuai dengan
Surat Al-hadiid 23 supaya kamu jangan berduka cita
terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu
gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak
menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
Maka kami merasa kami hanyalah manusia biasa dan jangan
sombong karena kita ini telah bisa menentukan gempa bumi,akan tetapi
bencana itu semuanya hanya ALLAH SWT yang maha mengetahuinya. Dari
kejadian itu mengajarkan kami bahwa kita jangan lah terlalu bersedih
jika tertimpa suatu musibah dan janganlah kamu membanggakan diri
jika kamu telah mengetahui akan datang nya suatu bencana.
Agar kami tidak merasa bahwa kita sombong dan merasa
mampu maka dengan segala keterbatasan yang kita miliki,kami berusaha
mencari orang yang kurang mampu untuk kita beri sedikit rejeki dengan
menyisihkan sedikit rejeki kita yang mungkin bisa bermanfaat untuk
orang lain.
Kami berangkat ke madiun hari kamis tanggal 10 Agusutus
2006 pada pukul 23:00 dengan sekali lagi keihklasan hati untuk membantu
saudara kita yang kurang mampu. Setelah sampai di madiun kita istirahat
sejenak untuk melepasakan kepenatan agar lebih rileks dan segar
untuk memberikan sedikit bantuan.Setelah kita mengetahui keadaan
dan situasi di satu daerah di madiun kita mendapatkan satu pelajaran
berharga dimana disamping bangunan megah masih benyak terdapat rumah
yang bergubuk,di samping banyaknya orang memiliki Mobil,dan benda
mewah lainnya masih ada orang yang hanya tidur beralaskan tikar
dengan keadaan rumah yang memprihatinkan.

Foto Pondasi Musholla Ditengah Kemiskinan Warga Desa Dungus Kab. Madiun
Sesuai dengan Surat Al-Fajr 18 dan kamu tidak saling
mengajak memberi makan orang miskin,
Lagi2 tujuan kami untuk membantu dengan keihklasan
karena allah diberikan petunjuk lagi dengan adanya orang yang hanya
makan tempe saja karena tidak mampu membeli nasi untuk dimakan dan
hanya tidur dengan beralaskan tikar yang telah lusuh untuk kita
bantu dan kita berikan sedikit rejeki agar mereka juga bisa merasakan
seperti apa yang kita makan dan merasakan juga apa yang pernah kita
rasakan degan tujuan hanya ikhlas karena ALLAH SWT.
« Kembali ke Halaman Sebelumnya
|