Header image  
Wed Oct 24, 2007 6:10 am  
line decor
  HOME  ::  
line decor
   

 

Melihat peranan Allah dalam Bencana

Melihat peranan Allah dalam Bencana

Oleh Dwi S*

Tak dapat di pungkiri, negeri indonesia adalah negeri yang paling banyak mendapatkan bencana, jika di total jumlah pengungsi mulai tsunami Aceh 2004, Yogya 2006, Lumpur Lapindo, Bengkulu 2007 dsb, maka total pengungsi bisa mencapai ratusan ribu. Angka ini menunjukkan bencana yang bertubi-tubi sebagai akibat bencana itu.

Apakah maksud Allah di balik bencana itu ?

Secara rasional Allah tidak terlibat, karena banyak di perbicarakan dalam wacana rasional adalah alam yang bergejolak yang tidak bisa di cegah dan akibatnya adalah penduduk yang 'kebetulan' terkena. Kunci kebetulan ini dominan muncul pada pembahasan ilmiah saat milyaran permutasi harus muncul hanya satu saja yang terpilih
Contoh yang paling sering muncul adalah Sperma manusia yang jutaan, namun hanya satu saja yang berhasil membuahi sel telur, wacana ilmiah mengatakan hal itu adalahh lumrah dan kebetulan.
Kejadian pembentukan mahluk hidup dalam salah satu teori ilmiah tentang kejadian mahluk hidup juga memuat kejadian kebetulan atau kecelakaan dari unsur-unsur listrik dan kimia yang ada di alam raya, sehingga membuat senyawa kimia lainnya dan pada akhirnya muncul mahluk primata. Dari mahluk primata berkembang terus dan terseleksi secara alamiah dan mengalami perkembangan yang di kenal sebagai evolusi.
Keteraturan dan kesempurnaan ciptaan adalah hasil seleksi alamiah dimana mahluk yang tidak bertahan akan musnah, sedangkan mahluk yang bertahan mengalami perbaikan-perbaikan penyesuaian.

Dimanakah peranan Allah pada faktor kebetulan atau kecelakaan alamiah tsb ?

Secara ilmiah tidak pernah mengakui adanya faktor peranan Allah dalam kebetulan itu, namun dalam sudut keagamaan peranan Allah tsb adalah yang mengatur seleksi alam itu. Allah membuat hukum-hukum alam sehingga terjadilah kebetulan itu dan ketika kebetulan itu berbelok menjadi tak terkontrol (dalam kasus dinosaurus), maka kebetulan lain muncul yakni hujan meteor sehingga mahluk raksasasa tsb musnah

Hal yang sama sebagaimana bencana yang 'kebetulan' terjadi sebagaimana di bahas di awal tulisan, dimanakah peranan Allah ? Secara ilmiah, tidak ditemukan kecuali memang faktor alam, namun dalam segi keagamaan hal ini sama dengan penjelasan kebetulan yang muncul dalam terjadinya alam raya ini.

Peranan Allah adalah membuat alam ini sesuai dengan hukum alamnya bahwa memang indonesia berada pada zona alam yang potensi bencana dan akhirnya menuju pada satu kesimpulan bahwa peranan Allah tidak lain untuk melakukan seleksi alam atas bencana itu
Tidak ada yang kebetulan dalam bencana itu. Semua adalah rencana Allah yang panjang dan matang lewat penjelasan-penjelasan yang mampu di cerna oleh rasional manusia. Adanya seleksi alam itu merupakan rencana Allah atas penduduk dan alam yang terkena bencana, apakah itu berupa musibah, malapetakan atau azab, semua berujung pada penduduk yang terkena korban 'kebetulan' terkena bencana itu
Sekali lagi tidak ada kebetulan dalam setiap musibah manusia kecuali memang atas rencana Allah yang panjang dan matang lewat hukum-hukum alam sebagai seleksi atas musibah itu

Bagaimana peranan manusia atas rencana Allah berupa bencana ?

Pertanyaan ini sangat menarik, sebab pada banyak kesempatan banyak teman yang bertanya mengapa di the_untold_stories hanya memuat tentang bencana saja, mengapa tidak memuat doa kesejahteraan, doa keselamatan dsb ?

Hal termudah untuk menjawab hal itu , maka sebagai umat islam, mari kita buka al-qur'an dengan sembarang bukaan, entah di tengah, di pinggir atau dimanapun. Ketika sudah di buka coba kita cari ayat-ayat qur'an yang berisi ancaman, siksa dan neraka. Hampir hal ini ketika di praktekkan, maka secara 'kebetulan' hampir semua menemui ayat-ayat quran berisi ancaman, siksa atau neraka, apakah artinya itu ?

Al-qur'an sebagai pegangan umat islam banyak memuat tentang ancaman, siksa dan neraka sebagai janji Allah yang nyata dengan sebanding dengan surga dan segala macam kelebihannya. Artinya janji Allah ada dua yakni kesejahteraan dan siksaan, dari dua janji Allah itulah biasanya ketika manusia mengalami kesejahteraan maka manusia menganggap sebagai keberhasilannya sendiri, sedangkan ketika mendapat kejelekan, maka manusia cenderung kembali teringat kepada Allah

Dengan faktor inilah, maka the_untold_stories menyusun bencana-bencana sebagai akibat kejelekan manusia dengan menuliskan kembali yang pada akhirnya bertujuan mengingatkan manusia agar kembali kepada Allah

Peranan sebagai penulis peristiwa bencana merupakan peranan baru dalam era internet sehingga hasil seleksi alam itu tidak-lah hanya bersifat kebetulan saja melainkan memang rencana Allah yang panjang dan matang.

Bencana yang terjadi tidak dapat di ketahui secara pasti, sebagaimana nasib kematian seseorang tidak dapat ditebak. Satu kunci mengetahui bencana itu adalah lewat doa iklash untuk meminta ijin kepada pemilik kebetulan itu yakni Allah agar memberikan arahan sehingga dapat memberi peringatan lewat pengetahuan bencana itu

Mulai gempa yogya 27-mei-2006, pangandaran juli-2006, bencana sepanjang 2007 ini, peranan pencatat bencana dapat di tuliskan. Hal itu tidak lain berkat ijin dari pemilikNya.

Dua usaha yakni :
(1)    mencatat peristiwa yang berulang sebagai upaya 99% usaha manusia yang merangkai pola-pola yang sama berulang sebagai hukum alam
(2)    mengawal catatan itu (1) lewat doa iklash agar tidak tersesat sebagai upaya 1% namun menentukan

contoh kasus adalah saat gempa yogya 27-mei-2006 lalu, dimana langkah (1) sudah kita lakukan dan bahkan mengirim email keberbagai tempat dan menuliskan, mencetak brosur 1000 lembar dengan biaya sendiri untuk di sebarkan ke yogya. Upaya 99% itu tidak ada hasilnya kalau tidak pararel dengan hukum alam sebagai ijin dari Allah.

Lewat doa terus-menerus hari jumat 26/05/2006 malam sampai sabtu pagi agar menjaga 99% itu memang benar, maka tanpa disangka, akhirnya  ijin Allah datang sebagai hukum alamnya tepat pagi hari pkl 05.58 wib yogya di guncang gempa 5.9 SR sesuai dengan rangkaian tulisan yang 99% tsb

Begitulah yang benar terjadi dan hal itu berulang pada pangandaran, kemudian kejadian fenomena 22 dan terkahir 12/09/2007 adalah gempa bengkulu.

Walau sudah di tulis 99% sebagaimana kasus keruntuhan Jakarta, namun karena kurang yakin sehingga menuliskan 3 opsi dan 1% tidak di lakukan dalam mengawal 99% tsb, maka ijin Allah tidak serta merta muncul

Diperlukan tenaga yang luar biasa agar menjaga kawalan tulisan 99% itu agar dapat bertambah dengan 1%, artinya tidak sembarang saja tulisan-tulisan peristiwa itu sebagai bait-bait maut, namun perlu di jaga agar menuju pada satu untaian peristiwa.

Contoh kecil adalah pada saat 2-2-2007 sehari sebelumnya terdapat pesawat Garuda 'senggolan' dengan pesawat Arab saudi. Kita sudah tuliskan hal itu sebagai simpul dari jamaah haji kelaparan (baca banjir besar jakarta 2-2-2007)

Akhirnya 'kebetulan' yang di tuliskan sebagai bentuk ilmiah atas bencana yang terjadi dapat di rangkai menjadi kejadian unik yang di angkat sebagai peranan penulis bencana itu. Harapannya adalah mencegah korban, namun jika tidak bisa, maka the_untold_stories mencatat kejadian itu dan merekamnya hingga suatu saat nanti 100 tahun lagi saat kita semua sudah tidak ada, maka catatan sejarah itu tetap ada sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya