Header image  
Mon Oct 22, 2007 5:52 am  
line decor
  HOME  ::  
line decor
   

 

Semburan Lapindo dan PelajaranNya

Meneruskan fenomena alam Gunung kelud dan pelajaranNya bentuk fenomena lain adalah semburan lapindo yang sempat berhenti berbarengan dengan peringatan hari raya Nyepi. Berita ritual nyepi adalah sebagai berikut :

SIDOARJO–Ratusan Umat Hindu di Sidoarjo, Jawa Timur, menjalani Hari Raya Nyepi dengan penuh keprihatinan karena banyaknya bencana yang terjadi di Tanah Air. Mereka menjalani Catur Brata Penyepian sejak terbitnya matahari, Senin (19/3) pagi hingga matahari terbit kembali Selasa (20/3) pagi tadi.

Terselip permohonan khusus agar alam tidak murka, sehingga bencana khususnya semburan lumpur panas di Porong, bisa segera berhenti.
“Semburan lumpur panas Lapindo Brantas Inc merupakan salah satu bentuk kemurkaan alam, karena manusia kurang menjaga keseimbangan hubungan dengan alam,” kata I Ketut Suardhaka, Ketua I Parisadha Hindu Dharma Kabupaten Sidoarjo, saat ditemui SH di Pura Jala Siddhi Amertha, Juanda, Sidoarjo, usai upacara Mecaru (penyucian) di hari pengrukukan (hari penutup dalam tahun baru Saka 1928) untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1929.

Di banyak media dan bahkan di beberapa milis di bahas bahwa semburan lapindo berhenti :

TEMPO Interaktif, Sidoarjo: Semburan lumpur Lapindo berhenti menyembur selama 30 menit pada hari Senin (19/3) pada pukul 11.30-12.00. Selama setengah jam itu semburan lumpur tidak tampak sama sekali kecuali asap yang mengepul dari lubang semburan.

Benarkah ritual Hindu diatas terjawab dengan berhentinya Lumpur Lapindo ? Sepintas memang selaras, dalam arti waktu dan tempatnya sudah sama, ritual Hindu dan akibatnya selaras, benarkah ?

Mari kita lihat berita itu secara menyeluruh yakni tepat tgl 11/10/2007 lalu lumpur lapindo berhenti juga :


RADAR SIDOARJO
Senin, 15 Okt 2007

SIDOARJO - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) mencatat aktivitas semburan lumpur panas di Porong berhenti beberapa kali. Fenomena itu masih diselidiki sebagai tanda-tanda atau gejala apa, mengingat terjadi empat kali dalam tiga hari.

Menurut Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Achmad Zulkarnain, sejak Kamis (11/10), semburan lumpur berhenti empat kali. Kali pertama terjadi pada Kamis pukul 16.25 WIB sampai 17.50 atau sekitar 85 menit. Semburan berhenti untuk kali kedua pada hari yang sama pukul 22.30 hingga 23.30 atau sekitar 60 menit.

Keesokan hari, Jumat (12/10), kata Zulkarnain, semburan juga sempat berhenti pada pukul 10.30 hingga pukul 11.00. "Semburan berhenti sampai menjelang salat Jumat. Setelah itu, lumpur menyembur lagi," ujarnya. Kejadian keempat berlangsung pada Sabtu (13/10). Semburan berhenti sekitar pukul 11.05 WIB dan menyembur lagi pukul 11.20 atau sekitar 15 menit.

Dia menambahkan, berhentinya aktivitas semburan lumpur panas tersebut diikuti kenaikan kadar gas hydrogen sulfide (H2S) yang mencapai 22 PPM dari batas normal 20 PPM. Selain itu, 71 gelembung (bubble) yang ditemui di berbagai tempat menunjukkan penurunan aktivitas. "Mungkin, ada kaitan dengan berhentinya semburan sebanyak beberapa kali itu," ucapnya.

Berhentinya aktivitas semburan juga ditandai ritme semburan lumpur yang berbeda. Di pusat semburan, sempat tidak tampak asap yang tinggi maupun gelembung air.

Zulkarnain mengatakan, BPLS berencana mendatangkan ahli untuk meneliti lebih lanjut fenomena tersebut. Berhentinya aktivitas semburan itu juga pernah terjadi pada masa Tim Nasional Penanggulangan Lumpur sekitar Februari 2007. "Namun, kali ini kejadiannya berulang. Waktu terjadinya pun berdekatan," paparnya. (riq)



Lihat secara menyeluruh bahwa tanpa ritual Nyepi diatas, semburan lapindo sempat berhenti pula, sehingga ketika lapindo berhenti pas hari raya nyepi adalah satu kasus ujian tentang pelajaranNya.

Kemudian berhenti lagi tepat tgl 11/10/2007 dan 12/10/2007, bukankah itu adalah hari raya idul fitri ?, bukankah sebulan lalu 12/09/2007 gempa bengkulu ? (baca Gempa Bengkulu )

Perhatikan lagi tgl 11/10/2007 ... sekali lagi tgl 11, ada apakah ? saya mencoba mencari di message milis ini, salah satunya dalam artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan  (posting Sep 11, 2007  3:51 am, atau sehari sebelum gempa bengkulu) memuat :


Asa yang terbukti benar
Pelan tapi pasti peringatan-peringatan diatas telah menunjukkan bentuknya lewat artikel Sebuah asa yang terbukti benar  Nov 24, 2006
7:51 am, Dengan demikian semakin memperkuat uaraian pencarian mengapa 11 dan 22 ini penting. Salah satu artikel Misteri angka 11  Nov 29, 2006 6:14 pm mencoba menguak arti itu lewat artikel  Harmonisasi ayat qauliyah dan qauniyah dalam model tiga dimensi Dec 1, 2006  9:37 am. Baca pula Foto-foto berlafal Allah di lapindo dan Merapi  atau Berita-berita Foto lafal Allah


Menanti Kejadian besar 2-2-2007

Pada artikel sebelumnya telah di tuliskan tentang si ibu dan Peringatan Dini Air Meluap, secara indah pula penantian 2-2-2007 tersusun yakni : Terkena siklus 11 ?  kemudian citra mimpi langit hitam  , Menyambut 2-2-2007  , News of the News  dan akhrinya Benarkah akan terjadi 2-2-2007 pertama adalah Jakarta Gempa !  Feb 1, 2007 7:41 am dan Garuda sudah bermasalah  Feb 1, 2007  8:50 am


Termuat artikel  Terkena siklus 11 ? artinya kita tidak boleh memandang remeh terhadap ketepatan lapindo berhenti tgl 11/10/2007 sebagaimana artikel yang menunggu Sidoarjo menjawab ....