Membaca bentuk dasar Oleh Dwi S.
Tulisan ini untuk membuka cakrawala terhadap semua fenomena yang ada di alam ini. Hal ini sudah terbukti lewat artikel Visi yang jelas : sebuah asa dari pencarian tuhan yang dengannya dapat melihat pola-pola yang selalu berulang dan dapat melihat masa depan atas ijin Allah pemiliki bentuk dasar itu.
Anggap kita berada pada layar monitor komputer, terpampang ms word, di komputer lain ada power point. Sekilas dua tampila itu berbeda, namun kalau kita telusuri sampai dalam, maka muncul pola yang sama, yaitu tersusun atas dua simbol yakni '1' dan '0'. Kombinasi '1' dan '0' itulah penyusun komputer dengan tampilan yang hebat, layaknya msword, mspower point atau bahkan gmail ini.
Dua bagian yang terpisah yakni bentuk dasar '1' dan '0' kemudian bentuk jadi adalah tampilan di layar monitor. Bentuk jadi itu bisa disebut sebagai atribut. Sehingga keberhasilan kita melihat atribut adalah ketika kita hilangkan semua atribut-atribut dan sampailah pada dasar yang sama yakni penyusun paling dasar, dalam hal ini adalah '1' dan '0'
Dalam kombinasi dua simbol itulah keanekaragaman bentuk jadi (atribut) muncul, sebagaimana pula manusia dan alam semesta.
Saat pertanyaan Adil-kah Allah menakdirkan seseorang lahir di keluarga kaya atau miskin ? Adilkah Allah saat menakdirkan seseorang lahir di keluarga Islam yang dengan itu terus dengan islamnya sebagai pondasi masuk surga, bagaimana dengan seseorang yang lahir di non islam ?
Pertanyaan itu sulit dijawab saat berhadapan dengan bentuk jadi atau atribut, namun ketika pertanyaan itu di kupas atau dilepas atributnyanya, maka penyusun manusia adalah sama yakni ruh, dilengkapi dengan penglihatan, pendegaran dan hati. Artinya pada sisi bentuk dasar adalah sama, sedangkan pada bentuk jadi sepintas berbeda.
Analogi Bom Atom
Ketika teknologi inti atom (bentuk dasar) mulai terkuak, maka manusia mampu menyusun simbol-simbol penyusun benda. Saat berada pada titik akhir pencarian bentuk dasar, maka dikenal elektron, neutron yang akhrinya mencapai pada taraf quantum. Kita melihat pengetahuan itu menjadi dasar atas kecanggihan manusia untuk menyelesaikan masalah (teknologi). Hal ini dikenal sebagai nano teknologi. Selain itu, pengetahuan tentang inti atom akhirnya membuat bom yang sangat menakutkan yakni bom atom (nuklr)
Sedikit kesimpulan dari analogi bom atom itu adalah ketika pengetahuan sudah pada titik penyusun dasarnya, maka kempampuan itu menjadi tak hingga atau tak terbatas sebagaimana pada bom atom itu
Analogi Sel
Pengetahuan bentuk dasar penyusun sel manusia, membuat cakrawala tentang sel. Muncul plasma, biologi sel dsb yang kesemuanya itu menunjukkan kemampuan lebih dalam bidang teknologi. Kloning, rekayasa genetika, transplatasi sel, golongan darah, mutasi dsb menunjukkan bahwa pengetahuan bentuk dasar membuat 'kekuatan' yang luar biasa
Sedikit kesimpulan dari analogi bom atom itu adalah ketika pengetahuan
sudah pada titik penyusun dasarnya, maka kempampuan itu menjadi tak
hingga atau tak terbatas sebagaimana pada rekayasa genetika
Analogi Kehidupan Manusia
Atribut yang melekat pada manusia, entah karena kekayaan, pangkat, jabatan, kecantikan kadang membuat manusia lupa akan atribut itu hanya sementara (titipan), sehingga melupakan bentuk dasarnya. Sama dengan analogi sel, analgi bom atom, maka ketika manusia hanya sampai pada atribut saja, maka dia tidak memiliki kekuatan yang tidak terbatas atau bisa pula disebut sebagai kerumitan dalam kehidupannya.
Berbeda dengan manusia yang mampu menghilangkan atribut dan condong pada bentuk dasarnya, maka dia akan memiliki kekuatan yang luar biasa, dia mampu menagkap hikmah, dia mampu berkomunkasi dengan bentuk dasar lainnya dsb.
Apakah bentuk dasar manusia itu ? secara fisik adalaha hati manusia, dan secara spiritual adalah ruh. Perhaikan bentuk dasar yang hampir dimiliki oleh semua manusia :
(1) Anggap semua manusia memiliki sebab pertama atau kelahiran
(2) Ketika akil baliq, maka manusia memiliki pilihan kiri (kejelekan) dan kanan (kebaikan) (3) Semua manusia akan mati
Tiga siklus kehidupan manusia yang sama, entah itu pejabat, orang kaya, orang miskin, presiden atau siapapun saja pasti memilki tiga siklus tersebut. Baik dari jaman manusia sudah dapat tulisan atau bicara/berbahasa maupun manusia gua. Dengan demikian terjawab sudah tuhan sudah hadir, baik pada manusia mengenal tulisan atau tidak, sehingga pertanyyaan "Mengapa nama tuhanku Allah ?" dapat terjawab secara gamblang.
Alif penyebab pertama, lam kiri adalah simbol kejelekan dan lam kanan adalah simbol kebaikan sedangkan kematian adalah simbol ha' penutup. Inilah yang disebut sebagai TEOREMA ALIF LAM HA'
Simbol (1) penyebab pertama dan simbol (2-kiri dan 2-kanan) dan 3 adalah kematian. Ketika manusia memilih 2-kiri atau kejelekan, maka dia akan bertemu dengan (1) lagi dalam beda bentuk, anggap 1' (satu aksen).
Artinya jika dia memilih 2-kiri terus menerus (kejelekan), maka timbulah pola 1-2-1', kemudian mememilih kejelekan lagi, timbul 1'' lagi sehingga terbentuk 1-2-1'-2-1'' dst. Secara sosial jika manusia memilih kejelekan terus, maka timbulah sebab baru dari kejelekan itu, secara simbol 1',1'',1'' .... dst. Satu kali orang berbohong, maka berikutnya untuk berbohong itu mudah karena sudah memiliki turunan kejelekan itu. Turununan itu dapat di hentikan ketika kita hadirkan tobat sampai penutupnya 3 sehingga kembali lagi bentuk normal 1-2-2-3. Bagai Atom yang stabil, maka bentuk ruh yang stabil adalah 1-2-2-3, bukan 1-2-1'.
Hal ini terungkap sebagai ha' penutup (atau simbol 3) di quran di gambar banyaknya ayat yang berakhiran ha' penutup adalah ayat yang berisi berita kematian, kehancuran dan kebinasaan (al-bayyinah, al-zilzalah, al-qiyamah) dsb
Berbeda dengan orang yang selalu memilih kejelekan, maka setiap orang yang memiliki kebaikan, maka 2-kiri (kejelakan itu akan tertutup jadilah pola 1-2-2, sehingga ketika kematian menjumpa, maka tidak ada lagi 1', 1'' dst. Akhirnya kematian itu dalam simbol yang stabil 1-2-2-3 artinya nama Allah ada pada ruh kita.
Simbol ini pula terungkap dalam (1) adalah alif penyebab pertama dan kebenaran 2-2 adalah potensi jelek yang berpasangan dengan pilihan kebaikan (
Wahyu Diturunkan 22 tahun 2 bulan dan 22 hari ) dan kemudian kematian adalah simbol 3.
Dengan analogi kehidupan ini, maka batal-lah semua agama di dunia ini, kecuali Islam, mengapa ? karena tidak jelas apa arti tuhan mereka, mereka menyembah budha, syiwa, jesus, maria dsb, bagaimana nasib manusia-manusia sebelum mereka (para tuhan) itu lahir ?.
Jelas tuhan yang berupa simbol serupa dengan benda adalah batal , sifat tuhan adalah berbeda dengan semuanya (laisa kamislihi syaia)
Analogi Alam Semesta
Bencana, musibah dan nasib manausia, salah satu informasi hadist mengatakan bahwa tidak bisa ditebak nasib individu, sedangkan pada informasi quran menjelaskan al-hadiid:22-23
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,
Artinya ada pola-pola yang tertentu dan telah tertulis atas bencana itu dalam suatu kitab. Saat kita menghilangkan atribut sebagaimana analogi bom atom, analogi sel dan analogi kehidupan, maka kemampuan diri akan berkembang melebihi apa yang tampak. Sebagaimana informasi itu (quran diatas), maka bencana itu telah tertulis, dan dengan ijin Allah, kita bisa membacanya namun bukan untuk meramal.
Hal ini tampak pada beberapa orang yang sebelum musibah atau bencana mendapatkan firasat, mimpi dsb, namun hal itu hanya untuk pribadi tidak perlu di jelaskan ke pihak luar. Sedangkan pada beberapa kasus, bencana itu dapat dideteksi lewat kesadaran ilmiah dalam bentuk atribut atau bagi orang yang mnghilangkan atributnya, maka kejadian akan tersusun dalam pola-pola yang berulang
Bagaimana lagi Allah, tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang memberi tahu hambanya akan terjadi sesuatu musibah, jika lewat jin (kasus wangsit), maka timbul klenik, namun ilmu Allah adalah bersih (tauhid). Seyogyanya informasi tentang akan terjadi bencana harus universal atau dapat dibaca oleh manusia.
Informasi itu akan tersamar bagi orang yang ribut dengan atributnya dan bahkan tidak menyadari bahwa itulah tanda bencana. Kasus Tsunami aceh (
Tanda_Tsunami_26_des_2006.doc
), gempa yogya (Tanda_gempa_yogya_27_mei_2006
), pangandaran, gempa sumatra dsb menunjukkan bahwa informasi itu universal
Pola yang sama dan berulang, namun tersamar bagi orang yang ribut dengan atributnya.
Ibadah adalah sarana untuk intropeksi membentuk ruh agar kembali pada bentuk dasar, sehingga ketika bentuk itu stabil, maka secara by default timbulah kebahagiaan(surga), sedangkan bentuk yang tidak stabil, maka timbulah kerumitan (neraka) karena bentuk ruhnya masih 2-kiri yang harus mencari pasangan padahal 3 sudah tertutup (kematian). Bentuk yang tersiksa 1-2-1'-3 adalah siksaan karena ingin mendapatkan pasangan 2-kiri dengan 2-kanan, namun untuk memperoleh kebaikan sudah tertutup (
Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan untuk hidupku ini".:qs-alfajr:24)
Beruntunglah orang yang selalu memilih 2-kanan(kebaikan) hingga akhir hidupnya, dan ruhnya menjadi stabil (1-2-2-3)
Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,masuklah ke dalam syurga-Ku. (al-fajr:27-30)
|